Wednesday, 5 September 2012

KECEMASAN DARI SEBUAH GENRE


Banyak tulisan yang membahas tentang pacaran. Kebanyakan topik itulah yang banyak diminati. Mulai dari perkenalan lah, pedekate lah, sms an lah, mention-mentionan lah, dll lah. Tapi topik yang cukup popular itu sebagian besar ane ga ngerti, jujur itu. Jadi aslinya, pada hakikatnya tulisan-tulisan  yang mengeksplore absurbnya pacaran itu ane ga ngerti. Jadi rada-rada kurang bisa menikmati beberapa joke tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan pacaran.

Raditya Dika, penulis yang mulai ane kenal sejak kemunculan film kambing jantan, kebanyakan nge-twit atau bahkan nge-post tentang ribetnya orang berpacaran. Jujur ane ga bisa ngrasain, ane cuma bisa membayangkan kejadian real-nya dan manggut-manggut sejenak, itupun tetep aja ga paham 100%. Jadi siapa yg sebenarnya yang ga punya toleransi dalam berasmara bang? Elo bang *dengan mata berapi-api*

Kalo bang Radith punya istilah ‘fakir asmara’, ane punya istilah TUNA ASMARA. Ini maksudnya bukan ikan tuna yang lagi jatuh cinta yah, bukan pula ikan tuna yang ga masuk asmara dan akhirnya milih ngekos (plis tom, itu ASRAMA). Ini istilah yang ane tujukan buat para golongan yang bahasa kasarnya jomblo (sebenarnya ga tega mau ngetik kata itu). Golongan inilah yang berhak mendapat santunan asmara dari kalangan dermawan dalam wujud kasih sayang.

Sebelumnya ane klarifikasi dulu, postingan ini bukan bermaksud menghujat orang-orang dengan genre tulisan absurbnya pacaran. Tapi ini sebagai ajang pelampiasan, rasa frustasi , kekesalan  ane yang tidak sepenuhnya memahami dan meresapi pesan-pesan tak bermoral  apa yang dibawa oleh penulis tipe ini, ataupun para comic yang suka ngulik-ngulik materi berdasar topic ini. *nangis darah* catet tuh, sapa tau keluar di uas semester lima.

Muncul pertanyaan: Apa ga pada bisa cari materi yang ga ada korelasinya dengan yang namanya pacaran dan kroni-kroninya? (ane tersinggung tau)

Lumayan seneng karena bang Radith ga sepenuhnya concern pada tema pacaran, kadang dia juga ngulas ke-absurb-an dia dalam situasi sehari-hari. Nah kalo model seperti ini ane suka, karena selain bisa memahami, meresapi, dan manggut-manggut, ane jg pernah merasakan sendiri. Ini menimbulkan kepuasan tersendiri, bisa menikmati jokes model ini. Contoh: saat dia ngebahas tentang anehnya iklan di Indonesia semisal iklan shampoo dan  tori-tori cheese cracker, dan anehnya film-film Indosiar yang pake dubbing dan penuh sesak dengan makhluk jelmaan ora nggennah seperti: elang, burung, badak, sampai, badak Pegasus (bentar, emang ada yah badak Pegasus?)

Bagian seperti ini yang ane suka. Bagian yang bener-bener daily banget lah. Pada bagian inilah yang ane coba try at home eh bukan, malah try at wherever. Bagaimana ane nulis keanehan-keanehan yang terjadi disekitar ane yang daily activity. Sesuatu yang  semua- tidak hanya sebagian besar- orang pernah mengalaminya. Dan juga bagaimana orang melihat sesuatu dari kacamata yang berbeda. Yang ane maksud disini bukan kacamata kuda yang ente-ente pahami. Dan bukan hanya dari perspektif kuda aja, tapi dari perspektif lumping juga. Jadi jika mereka digabungin jadi kuda lumping dah. (plis deh toom)

Lha bagaimana caranya? Ane juga lg belajar sob. Pada alam, pada para dosen, dan pada kalian, para kanca-kanca ane. caranya juga beragam, mulai dari bertapa, yoga, sampe semedi di goa yang tak terjamah manusia, berharap dapat ilham supaya bisa menguasai bidang ini. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini ane ingin mengucapkan ‘Mohon bimbingannya yah kawan2’

No comments:

Post a Comment

Tinggalin jejak yuk, Jangan jadi Silent Reader, biar bisa ngunjungin balik. Biar sama-sama ena, kaya permen jagoan neon, ena