High Heels atau Egrang


Kemarin pas ane lagi nunggu kereta di stasiun ane lihat ada mba-mba setengah ibu-ibu lagi jalan menuju loket. Ini jelas dia mau beli tiket. dia rapi, pake baju item, model pakaiannya kaya pegawai kantoran, tapi bukan kantor penyedot wc, itu jelas beda seragam. Satu hal yang menggelitik ane adalah dia memakai 'High Heels', atau bahasa jawanya 'sepatu dingklik', bahasa indonesianya 'sepatu berhak tinggi'. Sebuah model sepatu yang disetting bagian belakangnya lebih tinggi dari bagian depan. Ane jelas geli banget. Bukan, bukan karena si ‘mba-mba setengah ibu-ibu’ ini nggelitikin ane pake ujung High Heels-nya tapi lebih karena ane geli ngliyat cara dia berjalan.

Satu hal yang harus dicatet catet beneran lho ya. Orangnya maaf agak pendek. Jadi cara jalannya itu Jinjit-jinjit kayak orang mau masuk masjid ketika habis wudhu. Atau malah lebih terlihat kaya orang yang punya bisul segede nasi kucing dibagian tungkaknya (sori ane ga tau b.indo nya tungkak,). Dia jalan jinjit-jinjit itu ditambah punggung yang rada ‘ndatndut’. Makin terlihat dia kayak lagi main jungkat-jungkit sambil jalan. Penilaian ane ini ‘mba-mba setengah ibu-ibu’ keliatan ga nyaman pake highellsnya.

Ane jadi mikir,  cewek yang pake High Heels hampir mirip kayak lagi pake ‘egrang’. Semacam permainan tradisional dari bamboo. Keterangan Lengkapnya nih Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal. Di dataran banjir maupun pantai atau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser. Jangkungan telah dibuat selama ratusan tahun (Wikipedia Jon)

Beuh tulisan ane ada referensinya, berasa bikin skirpsi bro.

Namun ada beberapa hal yang membingungkan dari High Heels, antara lain:
  1. Kenapa yang tinggi itu hanya bagian belakangnya yah. Kalo kita di zoom pas bagian sepatunya akan terlihat kayak perosotan anak TK. Mungkin kalau pas lagi ga dipake, terus ditaruh dirak sepatu, itu highhells dipake tikus buat maenan perosotan. Ane jd pengin ikutan.
  2. Ane juga bingung apa motivasi cewek yang memakai High Heels. Oke kita prediksikan motivasinya agar si cewek terlihat lebih tinggi. Jika benar demikian, kenapa hanya belaknganya aja yang tinggi. Ini berkaitan tentang kebingungan nomor 1. Kenapa ga seluruh telapak kaki, kan keren.terlihat lebih proporsional gitu loh. Lebih imbang, apa ga kasian sama jari-jari yang menjadi tumpuan?
  3. Kenapa High Heels hanya berlaku buat cewek. Ini berkaitan dengan kebingungan nomor 2. Jika benar agar terlihat lebih tinggi, kenapa High Heels hanya berlaku buat cewek, buat cowok engga. Cewek-cewek pengin persamaan gender tapi sebenarnya lupa kalo cewek juga belum melakukannya. Bagaimana dengan nasiib cowok yang agak kurang tinggi.

Solusi: Kalau anda mau terlihat lebih tinggi pake Engrang aja, kan keren. Belum pernah ada kan cewek jalan ke mall pake Egrang? Jika kalian cewek ane anjurkan segera pakailah, jadilah pioneer dari fashion terbaru model sepatu, sepatu Egrang, bisa terlihat lebih tinggi daripada High Heels. Nih ane kasih gambarannya


Keren kan?

Ane berkoar-koar kayak gini karena ane cowok (tulen lho). Ane ga ngerti apa motivasi, visi misi, atau apalah dari cewek dalam memakai High Heels. Maka dalam masalah ini ane hanya melihat dari perspektif cowok yang bingung ngilyat cewek ber-High Heels-an ria. 
Mohon dimaklumi.
High Heels atau Egrang Reviewed by TomiAzami on 23:26 Rating: 5

No comments:

Tinggalin jejak, bosque, biar bisa ngunjungin balik.
Biar sama-sama ena, kaya permen jagoan neon, ena

All Rights Reserved by Tomi Azami © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by MasalahTechno

Contact Form

Name

Email *

Message *

Tomi Azami. Powered by Blogger.