Tuesday, 31 December 2013

Good Bye 2013



“Aduh resolusi gue di tahun 2014 apa yah?”
“Aduh resolusi di tahun 2013 aja gak pada terlaksana.”
Yup macem-macem orang dalam nanggepin akhir tahun. dan sekarang kita udah ada di ujung tanduk 2013. Postingan ini akan menjadi postingan terakhir di tahun 2013.

Ane sendiri pas awal tahun 2013 gak bikin resolusi apa-apa. Selain gak mudeng apa itu resolusi dan cara bikinnya, ane juga gak tau apa yang ingin ane capai di tahun 2013. Saat itu emang lagi hambar-hambarnya hidup karena gak memiliki tujuan. Hidup ane hanya mengalir aja. Kuliah-kos-kuliah-kos-rapat kalau lagi pengin berangkat. 

Meski begitu, 2013 memberi arti yang luar biasa. Ane belajar bayak di tahun ini. baik dari kejadian yang enak ataupun gak enak. ane coba buka-buka baju memori apa aja di tahun 2013

Friday, 27 December 2013

Kepadamu, Aku Ingin



Aku selalu ingin melakukan apa yang ada di film-film romantis basi, bareng kamu.


Aku ingin makan malam bersamamu. Membicarakan banyak hal. Bertukar cerita.

Aku ingin naik mobil yang atapnya terbuka- tapi bukan pick up- bareng kamu.

Kita berdua pake kacamata item bareng. Aku dibalik kemudi menyetel musik. Kamu duduk disampingku menikmati musik sambil mengeluarkan tangan keluar jendela.

Aku ingin berjalan kaki menikmati suasana malam di kota ini, bareng kamu.

Aku ingin foto-foto di ilalang yang tingginya se anak SD, bareng kamu.

Aku ingin menjadi tempat bersandar ketika kamu lagi ada masalah.

Aku ingin memegang erat lenganmu ketika kamu merasa lemah, berusaha ngeyakinin kalau kamu adalah wanita kuat.

Aku ingin nomorku lah yang kamu hubungi untuk menceritakan banyak hal.

Aku ingin kamu nyaman ketika bersamaku.

Aku ingin menjagamu jangan sampai kamu terluka.

Aku bersedia menjadi penggantimu untuk terluka.

Aku ingin melindungimu dengan caraku.

Aku membebaskanmu untuk kemana saja yang kau mau, tapi aku ingin, akulah yang menjadi tempat bagimu untuk pulang.

Aku ingin mendewasa dan menua bareng kamu.

Aku ingin menjadi hebat karena kamu.

Aku ingin kamu yang selalu mengingatkanku untuk mengingat-Nya saat aku melenceng.

Aku ingin kamu ada dibelakangku saat kita shalat.

Kepadamu, ijinkan aku melakukan itu semua, bersamamu



-
Sumber Foto

Saturday, 21 December 2013

Alasan-alasan Yang Bikin Kita Dibilang Smart



Pernah gak kamu dibilang “wow how smart you are” atau “you are so smart” sama orang-orang disekitar kamu? Masa gak pernah sih, berarti masa kecil kalian gak terselamatkan. Pernah lah ya, minimal yang ngomong gitu orangtua kamu atau guru TK kamu dulu, meskipun gak pake bahasa Inggris juga.

Rasanya apa? Seneng kan? Ya pastilah. Kita dipuji masa gak seneng. Apalagi dipuji karena kita smart. Tapi pernah gak kita mencoba berpikir, smart itu apa sih? kenapa kita bisa dipuji smart? Apa sih sebabnya kita dipuji smart?
Setelah 3 hari bertapa, bertapa aku mencintaimu. Aku mendapatkan beberapa alasan kita dibilang smart.

Thursday, 12 December 2013

Stasiun



“Satu,  dua, tiga, empat, lima.” Aku menghitung antrian di depanku. Orang-orang yang memiliki tujuan sama. Aku berdoa semoga masih mendapatkan tiket.

Suara petugas dari pengeras suara terdengar sumbang kala mengumumkan kereta yang akan tiba di stasiun ini. Kenapa bukan perempuan saja yang mengumumkan. Suara petugas berganti dengan suara kereta yang perlahan kian jelas mendekat suaranya.

Tiga orang lagi didepanku. Sambil menunggu aku melihat sekeliling. Tampak lengang. Aku lihat alroji di tangan kiri ku. 07:09. Pantas sepi.

Suara berbeda terlihat dipintu keluar. Orang-orang keluar dari stasiun. Penumpang yang turun dari kereta yang baru tiba. Kedatangan mereka langsung disambut dengan tukang becak, ojek dan supir taksi. 

Giliranku akhirnya tiba. “Tiket Kaligung ke Tegal buat besok mbak.”
 “Yang jam berapa mas? Nomor berapa? berapa tiket mas?
“Yang sore. satu aja mbak terserah mau nomor berapa.”

Tiket kepulangan ke Tegal sudah didapat. Jumat pukul 16.55. tiap tiga minggu sekali aku pulang. Melepas rindu dan bertukar cerita bersama ibu dan bapak. 

Kulipat tiket dan kumasukan ke dompet. aku berbalik. Menuju motor pinjaman yang berada diparkiran. Antrian tampak mulai memanjang. “Untung datang pagi-pagi.” Batinku, sambil berjalan.

‘Hei Dimas!”
Aku menoleh. Suara tadi berasal dari perempuan yang tengah duduk di kursi panjang dekat mini market.
“hei.. hmm Dita?” 

Dia tersenyum. Ternyata benar Dita. Senyumnya masih sama seperti tiga tahun lalu. Senyum indah disertai mata yang menyipit. Rambutnya sekarang sebahu dibiarkan terurai. Kaos berkerah dilapisi jaket hoodie abu-abu terlihat serasi dengan jeans biru gelap. 

“Apa kabar? Sini.” Dita menepuk bangku kosong disampingnya.

Aku duduk disampingnya. Mengobrol basa-basi sambil bertukar kabar. Aku masih grogi saat bersamanya. Tiga tahun berlalu, rasa grogi ini belum juga hilang. Aku suka tersenyum kalau membayangkan Dita. Cinta pertama yang tak tersampaikan. Dan sekarang kami bertemu lagi di tempat yang tak terduga, stasiun.

“Kamu kuliah di Semarang juga to, Dim?”
Aku mengangguk.
“Yah kamu gak bilang sih aku juga kuliah disini tau. Ternyata tiga tahun kita di kota yang sama. Sini nomor kamu.” 

Selepas SMA kita memang lost contact. Aku terlalu grogi untuk meminta nomor HP Dita. Padahal aku punya banyak nomor perempuan dan sering sms-an. Biasa saja. Tapi entah kenapa kalau sama Dita aku grogi dan salah tingkah.

“Kesini sama siapa, Dit?”
“Tuh.” Dita menunjuk ke antrian tempat aku membeli tiket tadi. “Yang pake jaket hitam. Namanya Bagas.”

“Bagas?” aku sedikit tercekat. Dita mengangguk. Bagas adalah kakak kelas aku dan Dita semasa SMA. Setahuku Bagas adalah salah satu anggota geng ternama di SMA. Meskipun tidak pernah berbuat onar di lingkungan sekolah, tapi kabarnya geng itu sering tawuran dengan SMA lain.

“Kok bisa? Dia kan dulu..” belum sempat aku meneruskan, Dita memotong.
“Dim, sorry aku kesana dulu. Dah.”

Aku menoleh ke arah antrian. Dari kejauhan tampak seorang pria kurus berambut gondrong berdiri sambil menatap Dita. Dita berjalan cepat. Pria tadi beralih menatapku tajam. Aku tersenyum sopan menyapanya. Dia diam saja dan langsung memegang tangan Dita masuk ke peron stasiun.

Aku masih bingung dengan apa sebenarnya terjadi. Hapeku bergetar. Aku buka SMS masuk. Minggu depan kita ketemuan, banyak yang harus aku ceritakan. Dita.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam “Birthday Giveaway “When I See You Again” di blog: http://itshoesand.wordpress.com “.
selamat ulang tahun ya. keep blogging keep writing. semoga terus menginspirasi :) 

Sepi



Akhri pekan merupakan waktu yang paling dinantikan banyak orang. banyak orang-orang menghabiskan ahir pekan dengan refresing, bersenang-senang, atau hang out sama temen. Sebagian lagi menganggap akhir pekan sebagai waktu menambah uang dengan bekerja lebih.

Aku sendiri cukup risau tiap akhri pekan. Aku tidak termasuk dua kategori diatas. Aku jarang bersenang-senang atau hang out sama temen tiap akhir pekan. Aku juga gak dapet pemasukan ebih tiap akhir pekan. aku gak nganggur. aku mengerjakan sesuatu. Hanya saja tidak menghasilkan uang.

Aku ingin berada disalah satu diantaranya. Yup. Aku kesepian. Aku gak cukup pandai dalam membunuh satu kata ini. nampaknya kata tadi ingin mengakrabkan diri denganku.



Thursday, 5 December 2013

Pekan Kondom Nasional? Pertimbangin Alasan Ini Dulu



*postingan ini harusnya dipublish beberapa hari yang lalu, tapi terkendala masalah koneksi internet*

Akhir-akhir ini publik kita digegerkan oleh kebijakan yang kontroversial, pekan kondom nasional. Pekan kondom nasional ini ceritanya merupakan kebijakan pemerintah, melalui menteri kesehatan, sebagai wujud pencegahan penularan virus HIV/AIDS. Acara ini diwujudkan dengan membagi-bagikan kondom gratis kepada khalayak ramai. Iya khalayak ramai, ruang publik, bukan dibagi buat para lelaki hidung zebra, tapi dibagi ruang public. Penerimanya jelas, gak cuma yang udah menikah aja, para bujangan alias kaum jomblo juga pasti dapat. 

Kebijakan ini menuai protes keras dari banyak kalangan. Mungkin mereka protes karena gak ngerti cara make kondom. Bagi-bagi tok gada tutorialnya. Hehe. Bercanda. Tapi serius, masalah ini banyak mendapat perhatian dari orang-orang, kondom aja berhasil mendapat perhatian, masa kamu engga?
kenapa pekan kondom nasional banyak diprotes? Kan bagus sedekah dari pemerintah? Iya sedekah kok kondom.

Ada beberapa hal yang menurut ane, pantas untuk dijadikan alasan untuk menolak cinta pekan kondom nasional. Tentu tidak ada kata-kata “maaf sebaiknya kita berteman saja.”

Tuesday, 3 December 2013

Adil itu...



Kemarin pas tanggal 25 Nopember kan hari guru nasional tuh, ane udah ngucapin selamat lho. Terus pas hari itu ane sempet melintas di kecamatan, melihat para guru pada upacara. Sempet berhenti sebentar. Terus ane liat di pendopo kecamatan ada juga beberapa orang memakai seragam PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) lagi duduk-duduk disitu. Saat itu ane mikir. Kok kayaknya gak adil ya mereka duduk dipendopo, adem. Sementara pesertanya yang notabene sama-sama guru panas-panasan. Berdiri lagi. Kan kasian udah pada tua.

Ane terus pulang. Nyampe rumah ane tumpahkan keresahan tadi sama bapak. iya, ngadu bokap, wis gede esih tuturan bae karo bapane yah? biarin dah. Ane berpikir mereka tidak “duduk sama rendah berdiri sama tinggi.”

Tuesday, 26 November 2013

Selamat Hari Guru Nasional



Guru, menurut ane salah satu profesi yang mulia. Tugasnya jelas, mencerdaskan kehidupan bangsa. Mengajari calon penerus bangsa membaca dan berhitung. Mengajari akhlak mulia, sopan santun, dan berkarakter.

Yap meskipun realitanya anak sekolah jaman sekarang jauh sekali dari yang namanya sopan santun dan berkarakter. Buktinya tawuran dimana-mana ada, anak SMP bikin video porno, pada masuk genk motor, anak sekolah pada galau soal pacaran (gak pada galau soal masa depan).
prihatin banget liat kaya beginian


Friday, 22 November 2013

Farewell Nephew, Farewell Grandma



Mendapatkan ujian berurutan memang gak enak. Pikiran kita jadi terbagi, konsentrasi buyar. Gak Cuma ujian dalam pendidikan. Ujian yang sebenarnya jika berurutan juga rasanya gak enak. Ini lah yang lagi dirasakan sama keluarga gue.

Ujian ini sukses membuat gue sempet vakum beberapa minggu untuk ngeblog. Bener-bener menyita pikiran banget.

Ujian berat datang silih berganti menghampiri keluargaku. Tanggal 9 november 2013 lalu keponakan gue dipanggil sama Yang Maha Pencipta. Dia terlalu cepat pake banget untuk dipanggil. Gue belum melihat kelucuan dia, belum mencubit pipinya, belum sempet ngajarin dia solat, bahkan gue belum denger dia manggil ‘om’ dia udah keburu dipanggil. Ya. Dia kembali saat masih dalam perut kakak gue. Tepat di usia kehamilan ke enam.

Thursday, 14 November 2013

Moto GP vs Sepak Bola, Seruan Mana?



Ane baru aja selesai ngaduk kopi kapal api pake bungkusnya saat nulis ini. FYI ane buat kopi ini pake gelas plastic bekas ‘Teh Gelas’. Ekonomis dan irit. Kalau selesai ngopi gak perlu dicuci tinggal buang aja. oke paragraph ini sangat tidak penting.

Pas nulis ini juga bertepatan dengan berlangsungnya Moto GP seri terakhir di Valencia. Katanya sih penentuan juara dunia antara Marques sama Lorenzo. padahal juaranya sudah ketahuan, selama Marques gak jatoh terus finish di posisi 4 besar ya dia juara. Dan beneran kan dia juara. Congratulation Marc. *salim*

Mas Tomi Azami yang gantengnya abnormal ini kurang begitu suka sama Moto GP. Ya ada suka nya sih, tapi dikit. Lebih sukanya nonton beritanya aja. kalau pas race nya gak terlalu. Hawanya ngebosenin aja. selain ngebosenin ada ngeboselasa, ngeborebo, ngebokamis, dan ngebojumat. Sabtu minggunya mana? Kan weekend, weekend kan mengasikan. Oke ini mulai lapar ngawur.

Ada beberapa alasan kenapa ane gak begitu antusias sama race Moto GP, tapi tetep nonton sih, sambil sesekali menguap.  diantaranya:

Wednesday, 13 November 2013

Captain Tsubasa, The Real Legend

Disela-sela mengorek kuping pake cutton bud, ingatan ane tiba-tiba muncul dan mengingat pada tahun awal 2000an. tahun-tahun dimana sebongkah Tomi Azami masih menjalani masa kecil ane dengan bahagia dan sempurna. belum ada gadget, lebih akrab dengan hal kotor dalam arti sebenarnya.

hal yang membuatnya menyenangkan adalah acara televisi yang masih sangat ramah sama anak-anak. satu yang gak akan terlupakan adalah serial anime Captain Tsubasa.

Bercerita tentang anak bernama Tsubasa Ozora yang sejak kecil suka sepakbola kemudian melalui proses (episode) yang panjang akhirnya dia bersama teman-temannya yang tergabung dalam timnas junior Jepang berhasil menjadi juara dunia. Sebelum itu dia bersama tim SMP Nankatsu berhasil menjadi juara turnamen SMP nasional.

semakin kesini ane semakin gede. ane mulai bisa mengambil pelajaran dari berbagai hal yang ada. termasuk Tsubasa. sekarang ane mikir, ternyata Tsubasa gak sekedar hiburan yang ramah buat anak-anak, lebih dari itu Tsubasa mengajarkan banyak hal tanpa harus menggurui.
apa aja?

Tuesday, 5 November 2013

Sunatan Massal ada, Nikah Massal ada, Tabrakan Massal?


Beberapa hari ini kita dikejutkan oleh peristiwa yang memprihatinkan. Ada ababil yang nabrakin orang sesuka jidat sendiri. itu dilakukan dengan sengaja dan disekolah, bukan di jalan raya. Sebenarnya kurang pas juga sih disebut ababil, kan usianya udah 21 tahun, mahasiswa lagi, tapi kelakuannya kaya gak punya otak aja.

Abege labil tua ini inisialnya APT, anak pensiunan polisi. dia mengendarai mobil dengan membabibuta di SMA Hang Tuah 2, Sidoarjo. Katanya sih dia mau ngaterin makan buat ceweknya, terus diperingatin sama satpamnya suruh lapor ke guru BK dulu. Eh dia marah, masuk mobil terus nabrakin anak-anak Hang Tuah. Serem abis men, ada yang mental beberapa meter, ada yang tulang sendinya geser, dan yang paling parah ada yang tulang ekornya remuk.

berita selengkapnya --> http://www.kaskus.co.id/thread/52751dd5f8ce17233c00000a/pelaku-anak-kapolda-ditegur-satpam-honda-jazz-tabrak-puluhan-siswa-di-sekolah/

#PrayForAlif

Monday, 4 November 2013

#WelcomeNovember, pindah status, dan balada makan-makan


“#WelcomeNovember. Be nice ya.” “#NovemberWish.” Dan Masih banyak slogan lain yang kerap ane lihat tiap awal bulan tiba. Norak banget tiap bulan mesti kaya gitu. Tapi akhirnya ane ikut-ikutan bikin twit #WelcomeNovember. Berharap agar bulan ini bersahabat dengan ane. Harapan juga semoga menjadi pribadi lebih baik lagi dari bulan kemarin. Bener juga sih.

November membawa banyak perubahan. Umur berkurang, rambut makin gondrong, kumis dan jenggot mulai kemana-mana. Namun bukan itu yang bikin galau. Yang bikin ganteng galau maksimal adalah ‘perpindahan’ status beberapa temen ane. Yup mereka telah pensiun sebagai mahasiswa dan pindah menjadi wisudawan. Ya wajar sih, mereka kan emang ngambil jurusan yang tiga tahun. Jadi mereka lulus tepat waktu. keren.

Wisuda menjadi ritual terakhir sebagai seorang mahasiswa. Dan itu sakral banget. Ibarat pertandingan timnas U-19, itu pas lagi nyanyi lagu Indonesia Raya. Sakral. Dan menjadi kebahagian sendiri bagi ane, jika bisa datang dan menemani mereka menikmati salah satu proses sakral dari hidup mereka. Selama ane tau kapan mereka jadwal wisuda,dan itu gak tabrakan sama jadwal mangkal kuliah. Ane berangkat. Ikut merasakan atmosfer wisuda bikin bulu ketek berdiri.

Satu alasan yang pasti kenapa ane mengharuskan diri ane untuk datang ke wisuda temen-teman adalah momen setelah wisuda selesai. Makan-makan pastinya. Selain foto-foto, makan-makan merupakan alasan yang paling masuk akal.

Monday, 28 October 2013

#MimpiKawancut: "Empang Gue Masuk 7 Empang Terbesar di Dunia Versi On The Spot"

Setelah buku pertama dan buku kedua gak begitu ramai dipasaran, akhirnya buku ketiga gue laku keras, bahkan best seller. Setiap gue  ke Gramedia, buku gue lagi asyik aja nongkrong di rak best seller. Seneng banget gue.


Selepas kuliah, gue masih aktif menulis. Penulis bukan satu-satunya pekerjaan gue saat ini, mencerdaskan anak bangsa adalah profesi utama gue. Sebenarnya menjadi penulis juga mencerdaskan anak bangsa. Tujuan gue, biar anak-anak Indonesia gemar membaca, melek huruf, dan bisa mengambil pelajaran moral dari buku yang ia baca. Bisa dibilang saat ini gue double mencerdaskan anak bangsa, lewat bangku sekolah dan lewat buku yang gue tulis.
mereka generasi penerus bangsa. kudu dididik yang bener

Gue juga sekarang punya motor sport sendiri, yang ada kopling gitu. Dulu pas kuliah gue pengin banget punya motor sport kaya temen-temen, tapi gue gak tega mau merengek minta dibeliin sama orangtua. Gue udah kuliahin aja udah terimakasih banyak. Lagian lebih nikmat punya motor dari duit sendiri dibanding minta sama orangtua.

nih motor gue

Kenalin ini Veranda, istri gue.

Friday, 18 October 2013

Hakikat Stalking yang Sebenarnya


Salah satu hobi ane adalah stalking. kenapa? ya karena kepo.

Buat yang belum tau, KEPO itu ditengarai adalah akronim dari Knows Every Particular Object, yang kalo diterjemahin ke bahasa Indonesia berarti: Yang nulis ini ganteng Orang yang serba tau setiap detail dari sesuatu. Jadi, jangan cuma sering ngomong tapi gak tau artinya.

Stalking adalah proses mencari tau informasi, entah tentang berita, teman, gebetan, pacar, mantan, atau bahkan hal gak penting semacam apa yang dia lakuin pas lagi boker. Nah, singkat kata, kepo adalah efek lanjutan dari stalking. Karena sering stalking, jadi kepo alias tau apa aja sampe detail terkecil.

Hobi ini mulai menjalar ketika mendapat anugerah berada di apartemen kos yang ada wifi-nya, bukan punya kos ane, tapi punya tetangga.

Hobi ini berlanjut sampai sekarang, bahkan semakin menjadi-jadi. Saking menjadi-jadinya ane sampai diangkat menjadi Ketua Umum PSSI (Perkumpulan Stalker Semarang Imut) Regional kos perum BPI blok S-16.

Stalking ane berbeda dari kebanyakan orang. Kalau kebanyakan orang lebih suka stalking TL mantan, atau gebetan. Sedangkan ane stalking TL temen-temen, soalnya hmmm.. ah sudahlah.

Stalking gak selamnya buruk. Begitu juga dengan kepo. Jika kita bisa mengarahkan 2 kegiatan tersebut ke jalur syariah, insya Allah kita bisa mengambil berkah dari stalking. *tsaaahhh*

Saturday, 12 October 2013

Pulkam, Melepas Rindu ke Ruang Rindu



Hape No*kia X2 menunjukan pukul 12.00. Fiuyuh 3 jam tepat nih. Yap ane baru aja mudik dari Semarang menuju kampung halaman, Tegal. Naik motor 3 jam non stop sukses membuat bokong ane kesemutan. Rasanya tebel banget bokong ane, persis skripsi.
jangan ditiru, gak pake helem. gambar dari sini


2 bulan gak pulang membuat rindu tingkat dewanya meningkat menjadi tingkat mbahnya dewa. PPL membuat ane agak susah meluangkan waktu buat sekedar melihat sejenak keadaan bapak ibu dirumah.
Dan sekarang setelah PPL selesai, saatnya PULKAM... jengjengjeng. Pulkam kali ini juga didukung oleh adanya Long Weekend. Yuhu idul adha jatuh hari selasa, dan seninnya… ah tau sendiri lah kalian. hehehe

Pulkam bagi ane bukan hanya sekedar melihat keadaan bapak ibu. Menceritakan apa yang terjadi selama ane mbolang di kota orang juga menjadi bumbu penyedap. Tapi ane sering khilaf, namanya juga bumbu, kalau kebanyakan juga rasanya bakalan gak enak. Sama, jika obrolan didominasi hanya dari ane, maka gak enak. Hehe. Oleh karena itu ane juga sering menanyakan kegiatan atau apa saja yang terjadi sama bapak ibu.

Lebih dari itu semua, pulkam memberi arti lebih. Rindu. Rasa rindu.

Wednesday, 2 October 2013

Thanks for The Memories, 23



Waktu Penarikan PPL pun akhirnya tiba. Gak kerasa udah 2 bulan aja gue PPL. Buat yang belum tau karena memang gue belum pernah cerita, gue lagi praktek pengalaman lapangan (PPL), yaitu mata kuliah yang mengharuskan gue ngajar langsung disekolah. Dan gue ditempatin di SMP 23 Semarang.

Hari terakhir PPL kita ngadain semacam ceremonial sederhana buat nglepas tim PPL. Acaranya biasa sih pembukaan, sambutan, penutup. Nah pas sambutan dari perwakilan tim PPL, ketua gue nangis tuh. “norak banget,” batin gue. 45 menit kemudian gue ikutan nangis.

Tunggu dulu, nangis gue gak sama kaya ketua gue. FYI ketua gue cewek. Gak usah Tanya kenapa ketuanya cewek, karena jawabannya pasti “emansipasi wanita”.

Setelah acara penarikan bubar, tim PPL diminta salahsatu siswa untuk menuju kelas 7D, katanya sih mau dikasih surprise. Sepanjang jalan dari ruang multimedia, tempat acara pelepasan, menuju kelas 7D gue deg-degan parah. Gue mikir kira-kira kejutan apa yang bakalan gue dapet. Apakah kecoa, ular, atau ikan berkepala lele? Gue masih menerka-nerka, jangan-jangan malah se-box cacing dan gue disuruh makan semuanya. Agak kaya fear factor malahan.

Monday, 9 September 2013

ALIM, Alhamdulillah Its Monday



Banyak diantara kita menganggap kalau weekend sebagai anugerah yang paling indah. Kedatangan weekend dinanti banyak orang. Mereka menunggu datangnya weekend secara tekun, mereka setia menunggu dan mengharapkan kehadirannya, sama kaya orang yang lagi nongkrong di wc, setia menunggu kebelet dan datanya pup yang keluar dengan lancar.

Orang tipe kaya gini selain mengangap weekend adalah berkah, juga menganggap kalau senin adalah petaka. Mereka menganggap penderitaan mereka berawal dari senin. Padahal kalau menurut ane ngadepin hari senin nyante aja, weekend tingggal 5 hari, bentar kan.

Memang ada benernya juga sih. semenjak ane PPL alias praktik ngajar di sekolah, ane juga sedikit ngrasain weekend sebagai berkah dan senin adalah petaka. Datangnya weekend itu sebagai berkah dari Tuhan yang sangat menyenangkan, ibarat kaya kita minum es teh GRATIS hasil ngembat punya anak kecil saat kita haus. Berbeda rasanya saat weekend. Hari Ahad terutama, kalau Ahad itu cepet banget dan tiba-tiba besoknya senin aja. Dan rasanya lagi sepanjang senin sampai sabtu lama banget. Gitu muter terus sampai kiamat.

Ane mikir,  ada yang salah sama diri ane. Dulu ane mencintai semua hari, eh bentar “mencintai semua hari?” hari yang mana, Hari Sabarno, Hari Salisburi, Hari Setiawan, atau malah Hari Tanu, kok kesannya kaya homo rakus. Gak cukup homo, rakus pula. Kata2 tadi harus diganti.

Dulu ane anggap semua hari dalam seminggu sama, sama2 menyenangkan dan penuh dengan keindahan. Tapi semua berubah saat Negara api menyerang tapi sekarang, GAK. Sial. Ketika weekdays pikiran ane melayang membayangkan senangnya saat weekend datang, dan saat weekend datang pikiran ane melayang pada ribet, susah, dan melelahkannya weekdays. Kalau kaya gini, ane hidup dihari apa.

Ada yang bilang orang yang berpikir seperti ini, berarti dia gak mencintai pekerjaannya atau gak mencintai apa yang dia lakukan. Orang-orang seperti ini seolah gak nyaman terhadap apa yang dilakukannya. BĂȘte kalau senin, dan riang weekend. Bahkan ada singkatan yang menunjukan riangnya sebagian orang saat weekend datang. Yap ALIF Alhamdulillah Its Friday. Atau yang lebih beken TGIF, Thanks God Its Friday.

Lantas solusinya apa tom?

Saturday, 7 September 2013

Pelajaran dari Sebuah Lampu dan Sebilah Pisau



Mendapat pelajaran dari makhluk hidup itu biasa. Mendapat pelajaran dari manusia itu super biasa. Mendapat pelajaran dari benda mati itu baru luar biasa. Ini baru aja ane alamin. Kemarin ane banyak sekali mendapat banyak sekali pelajaran dari benda mati. Salah duanya dari listrik tepatnya lampu dan sebilah pisau.

Oke ane ane akan coba nyeritain satu-satu aku sayang ibu. 

Pelajaran pertama pentingnya lampu.

Tuesday, 20 August 2013

Halal Bi Halal IKASI '10 - sekalian reuni sederhana dab



Dulu pernah ane ceritain bahwa kebahagiaan seseorang ada beberapa kategori. Ane baru aja merasakan bahagia kategori “bahagia bersama teman.”  Tepatnya pas Ikasi ‘10 ngadain Halal bi Halal (HBH). Ikasi itu singkatan dari Ikatan Alumni SMA 1 Slawi. Nah ’10 itu lulusan 2010. Iya ane tau singkatannya sangat agak memaksa.

Selepas kita lulus tahun 2010 lalu ternyata ada beberapa dari temen ane inisiatif ngadain semacam paguyuban gitu. Tujuannya biar silaturahmi jalan terus, ada wadah bagi temen-temen untuk bertukar kabar dan terus berkomunikasi. Pada awal-awal terbentuknya, Ikasi ’10 mendata temen-temen setelah lulus pada kemana aja, pada nglanjut kuliah dimana aja, atau udah kerja dimana aja, nomor hape sama email juga gak kalah untuk didata. Kalau akun socmed ngedatanya gak usah didata soalnya rata-rata pada anak alay gaul. Facebook, twitter, what’sapp, wechat, line, bahkan sampai patch kebanyakan dari kami punya jadi paling gak ndatanya gak susah-susah amat. Lagian juga Ikasi’10 lahir dari grup facebook, otomatis untuk akun facebook pada kelihatan semua.

Event yang udah diadain Ikasi ‘10 sampai detik ini baru dua, yaitu buka bersama (2012), sama HBH (2013). Kedua acara tadi bisa dibilang sukses, tapi minim peminat. Yap gak semua alumni datang. Entahlah yahh positif thinking aja, mungkin mereka punya kepentingan masing-masing.

Event terakhir yang baru diadain yaitu HBH, baru aja diadain pas 11 Agustus 2013 kemarin. HBH ini kebeneran pas bebarengan dengan libur kuliah beberapa perguruan tinggi. Jadi sekalian deh, mumpung masih pada di Tegal. Di HBH ini selain bersilaturahmi juga dibahas kedepannya Ikasi ‘10 mau dibawa kemana. Ke KUA kah? Atau malah tetep stay menjalani hubungan tanpa status?

Saturday, 27 July 2013

Enak dan Nggak Enaknya PPL Pas Puasa


semester ini adalah musimnya para mahasiswa PPL. Iya PPL, Praktek Pengalaman Lapangan. Sebuah rangkaian program dari kampus yang bertujuan memberi pengalaman sesungguhnya kepada mahasiswa. Mahasiswa dituntut mempraktikkan apa yang didapat selama perkuliahan. Sebagai mahasiswa keguruan, tentu PPL aku ya praktik ngajar. Seperti yang sudah-sudah, kalau disemarang biasanya 3 perguruan tinggi bareng-bareng ngadain praktek ngajar. Universitas negeri Semarang (unnes), IKIP PGRI Semarang, dan kampus ane, IAIN Walisongo Semarang. Tiga serangkai ini biasanya melaksanakan PPL diwaktu yang hampir bersamaan.

 Di kampus ane, PPL terbagi menjadi dua gelombang. gelombang pertama (semester 7) dan gelombang kedua (semester 8). gelombang pertama diselenggarakan bulan juli-september. gelombang dua diselenggarakan januari-maret. dan kebenaran kebetulan PPL gelombang pertama semester ini berbarengan dengan bulan puasa.

Biasanya PPL gelombang pertama itu banyak pesertanya. Tapi tahun ini sedikit berbeda. peserta yang ikut PPL gelombang pertama gak sebanyak kayak tahun-tahun sebelumnya. Aku sendiri ngambil PPL gelombang pertama, berarti sekarang ane lagi bertugas di sekolah praktikan. Karena aku berprinsip “kalau bisa sekarang kenapa harus nanti.”
Sedangkan kebanyakan teman ane ngambil PPL-nya semester depan.Pas aku tanya ke beberapa temen, alasanya rata-rata hampir sama.

“males ah PPL pas puasa, lemes. Murid-muridnya juga bakalan pada lemes, jadi males belajar deh.”

Hallo guy.. PPL pas puasa gak sengsara-sengsara amat kali. Paling yang berbeda gak makan pas siang hari doang kali.

Setelah merenung tiga hari lima malam dan bertapa di gunung huwakwo, serta telah menjalani hampir seminggu PPL, akhirnya aku menemukan sebuah pencerahan. Ternyata PPL pas puasa lebih banyak enaknya daripada gak enaknya. Gak percaya? Nah postingan ini berniat membuka mata kalian tentang enaknya PPL pas puasa. Cekibrott deh broh.

Tuesday, 23 July 2013

Creative Charity



Pernah ngalamin satu hari yang peling menyenagkan dalam hidup kalian gak? Pasti pernah lah. Masa iya ga pernah. Minimal ulangtahun lah. Gak pernah ulang tahun? mm mungkin kalian satu spesies sama kera sakti, lahir dari batu. tunggu ane jd ngersa aneh, masa iya batu ngelahirin, udah gitu hasilnya kera lagi. Missal batu itu habis dikawinin sama kera -tentunya sebelumnya akad nikah dulu- mau penetrasinya lewat mana. Terus kalau Sun Go Kong -si kera sakti itu- ditanyain temennya pas ngambil rapot “mana orangtua lo?” dia bakalan bilang “gue terlahir dari batu”. batu kan banyak.. bisa njamin gak ketuker sama batu yang lain.

ini kenapa jadi ngebahas kera sakti dan keluarganya. Udah ah.

sebenernya ane mau ngebahas soal hari paling menyenangkan dalam hidup ane. Banyak sih ada kategori ulang tahun. yaitu ulangtahun ane, ualng tahun kakak ane, ulang tahun ibu ane, bapak ane, tetangga, sodara jauh. Kategori acara ceremonial. Yaitu pas lulusan Madrasah Diniah (sekolah arab), SD, SMP, dan pasti yang paling meyenagkan lulusan SMA.

Eh eh mbahasnya malah melebar banget.

Kali ini ane akan membahas hari paling menyenangkan dalam hidup ane kategori ketemu orang terkenal. Sering ane ketemu orang terkenal tapi cuman ditipi. Pernah ding ketemu langsung, pas seminar2 yang diadain sama kampus. Tapi Cuma sebatas liat mukanya doang. Beberapa bulan yang lalu SBY ke Tegal. Ane ketemu lho..ketemu mobilnya lebih tepatnya, pas melintas. Dan ane berhasil dadah-dadah…sama mobilnya.

Ketemu disini berarti ketemu secara langsung, ngeliyat wajahnya langsung, ngobrol langsung, minta tanda tangan, dan poto bareng tentu. Alhamdulillah Allah memberi satu kesempatan itu dalam hidup ane. Kejadiannya pas hari rebo kemarin. Pas tanggal 17 juli 2013. Dan orang yang beruntung ketemu ane adalah….tunggu kayaknya kebalik. Orang terkenal gak beruntung ketemu ama cacing kena lordosis kaya ane adalah… Alitt Susanto.

Kalian gak kenal Alitt Susanto? Sumpe lo sumpe lo sumpe lo?

Kamarku



Saat udin tiba-tiba muncul di depan pintu kamar aku, dia tampak terkejut. Ekspresi wajahnya  mirip bule kesasar di pedalaman suku asmat. Alisnya terangkat satu. Aku tau dari Membaca semua raut wajah udin yang bener gak enak dipandang dia tampak kebingungan.

Udin memang mau mampir sebentar. Bilangnya sih mau ngopi materi. Padahal aku tau dia mau ngopi lagu terbaru JKT48. Aku paham dari raut wajahnya. Wajah-wajah bermental copas.

Membaca kebingungan itu segera saja aku bangkit dari leyeh-leyeh di atas kasur yang gak seempuk dulu lagi. Terasa hambar.

“masuk aja bro”. kataku sambil melambaikan tangan ala miss universe.
Udin mengangguk lalu masuk dengan ragu.

Sambil menggeser meja belajar yang gak pernah buat belajar aku bilang “duduk sini”. Tapi dia masih aja terpaku dan mematung. Aku matikan TV yang sedari tadi meramaikan kamarku yang lebih mirip loker lagi rebahan.

TV tadi aku angkat lalu aku taruh diatas meja belajar. Meja belajar tadi aku dekatkan dengan tembok disamping lemari. Sepatu yang berjejer kaya anak-anak lagi belajar baris berbaris aku tending masuk kolong lemari. Beberapa pakaian aku biarkan tergantung di sepanjang tembok ruangan berukuran 5x3m. aku mencoba membuat ruang kosong.

“nih duduk disini, udah lumayan lega”.

Dengan masih memasang raut wajah “sumpeh lo”nya dia bilang “kamar kamu kaya gini banget”.

“emang kenapa? Kaya gak tau kamar cowok aja”.
“kalau lemarinya gak ada, udah kayak wc umum tau”.
“ya gitu deh”

Sebenarnya sempit tidaknya suatu ruang itu tergantung cara pandangnya saja. Bagi aku, untuk ukuran tempat bernaung di perantauan, ini udah luas. Memang kalau luas sih  dibanding orang-orang yang tinggal di kolong jembatan. Tapi aku merasa lebih baik dari mereka, setidaknya disini ada dinding yang menangkal dinginnya malam. Dan ada genteng yang melindungiku dari radiasi sinar ozon.

Aku mau ngejelasin itu ke udin tapi males aja karena pasti dia lebih fokus mantengin Cindy Gulla-member JKT48 yang menurutnya paling manis.


tulisan ini adalah tugas yang diberikan bang Alitt pas acara Creative Charity

Friday, 12 July 2013

Puasa Tahun Ini itu.....



Alhmdulillah kita dipertemukan sama bulan Ramadan lagi. Itu artinya kita masih diberi umur panjang dan kesempatan lagi sama Allah buat menikmati keberkahan berlimpah dari bulan Ramadan..dan kita juga diberi kesempatan lagi untuk menikmati….iklan sirup yang bersambung.

Tahun ini puasa beda banget sama tahun kemaren. yaiayalah, tahunnya aja beda, ya puasanya rasanya beda. Kalau rasanya sama berarti gak memiliki sense of different. Apaan tuh Tom? Ane aja gak paham.

Tahun ini penentuan awal puasa terutama di Indonesia terjadi perbedaan. Ada yang puasa Selasa 8 Juli, ada yang 9 Juli, ada yang 10 Juli, ada juga yang malah gak puasa. Kalau pemerintah sih 10 juli.

Udah gak usah ribut. Tujuannya sama aja kok ribut, hanya saja caranya yang beda. *seKULTUM mawar merah*. Ibaratnya gini. Ada empat ekor  anak pada mau ke kampus.  Supri pergi ke kampus pake motor, Junaidi ke kamus pake mobil Ferrari keluaran terbaru, Martoyo ke kampus jalan kaki… dan si Samidi ke kampus ngesot. Tujuannya sama kan “pergi ke kampus” cara menuju kesana saja yang beda, ada yang pake Ferari, ada yang naik motor, ada yang jalan, ada yang ngesot. Dan semua itu gak saling menyalahkan dan ngerasa paling bener.

Masa iya Junaidi, yang pake Ferari mau ngehina Martoyo, yang jalan kaki, “Woi Toy, masa ke kampus jalan kaki, salah tuh yang bener tuh ke kampus Ferari, kaya gue.”

Gak mungkin kan. orang Martoyo lagi pengin jalan kaki, BMW punya dia bannya lagi bocor. Nah sama kaya persoalan puasa gini. Tujuannya sama “mengharap ridha Allah SWT melalui puasa”.  Bahkan cara puasanya aja sama kan, menahan makan minum dari Imsak-Buka. Yang beda Cuma penentuan kapan sih puasanya. Lho kalau begitu analogi tadi gak sesuai yah..hahaha