Sunday, 24 March 2013

Yamaha Xeon RC, Everything I Need



Dua tahun yang lalu bapak saya dipindahtugaskan ke daerah pegunungan. Melihat kondisi jalanan pegunungan yang penuh tanjakan dan berkelok-kelok, tidak mungkin bapak tetep mengendarai Yamaha Alfa tua kesayangannya. Bapak telah memiliki Alfa sejak tahun 1993 dan sampai sekarang belum turun mesin. “ini bukti Yamaha itu mesinnya canggih dan bandel” kata bapak saat kutanya kenapa bisa belum turun mesin.
Namun kini dengan pertimbangan bolak balik rumah-kantor ditambah usia Yamaha Alfa yang cukup uzur membuat bapak mengambil keputusan untuk membeli motor lagi. Bapak langsung mengumpulkan brosur-brosur motor dan mulai menyeleksinya satu persatu. Aku pun turut membantu mencari informasi serupa melalui browsing di internet.

“Pokoknya yang keren, cepat dan canggih”. Jawab bapak ketika kutanya kriteria motor seperti apa yang diinginkannya. Waktu itu aku usul untuk membeli Yamaha Mio saja. Alasanku tipe matic itu lebih simple buat daerah pegunungan, gak usah ribet tambah atau mengurangi perseneling. Namun bapak menolak dengan alasan desainnya yang terkesan ‘unyu-unyu’. “gak keliatan lakinya”. Begitu kata bapak. Dengan usia bapak yang menginjak kepala 5, Bapak tetap ingin terlihat selalu gaul. Salut.

Akhirnya pilihan bapak jatuh ke Yamaha Jupiter. Yah agak kecewa juga sih karena saat itu sebenarnya saya kan juga ingin sering menaiki motor matic. Okelah itukan udah dua tahun yang lalu.

***

Impianku memiliki motor matic sampai saat ini belum sirna. Aku terus memantau pasar motor matic melalui berbagai media. Sampai suatu hari aku melihat iklan Yamaha Xeon RC, aku langsung tertarik. Tampilannya sangat menarik, hal itu lantaran terinspirasi pesawat tempur F117-Nighthawk. Itu bisa dilihat dari cover desain yang aerodinamik serta lampu belakang dengan konsep After Burner Jet Tail Lamp, dan sudah mengusung sistem lampu Automatic Headlight On (AHO).
desain yang keren. sumber gambar disini

Ditambah Visualisasi iklan yang menarik membuat Yamaha Xeon RC tampak semakin keren. Kesan pertama saat melihat iklannya adalah desainnya tidak seperti matic-matic lain. Sama sekali tidak terlihat ‘unyu-unyu’. Kombinasi warna terang mulai di bagian bodi, jok, velg hingga shock breaker. Tak ketinggalan cover knalpotnya juga dibalut warna titanium semakin membuat Yamaha Xeon RC tampak lebih ‘garang’ dan sporty. Yamaha Xeon RC juga menawarkan banyak desain. Model seperti ini yang saya idam-idamkan.

Tetapi saya tidak ingin terjebak hanya pada tampilan yang menarik dan desain yang sporty. Siapa tahu performa mesin tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. saya pun browsing mencari-cari info tentang performa Yamaha XeonRC. Ketemulah salah satu situs yang menampilkan review Yamaha Xeon RC.
Situs tersebut menuliskan tenaga pada Yamaha Xeon RC sudah bisa dirasakan pada bukaan bawah mesin, sehingga tidak perlu membetot gas cukup dalam. Cukup dipelintir sedikit, Xeon RC sudah bisa melaju dengan cepat. Limpahan tenaga makin terasa begitu berada di putaran tengah ke atas. VIVAnews berhasil menggeber hingga kecepatan 110 km/jam di track lurus.

Mesin 125 cc yang menempel di Xeon RC ini memang sengaja diaplikasikan Yamaha dengan mengusung teknologi balap DiASil Cylinder dan Forged Piston.

Dengan penyempurnaan teknologi mesin 125 cc berpendingin cairan dan penambahan YMJET-FI semakin memperkuat tenaganya. Kini Xeon RC tenaganya mampu mencapai 11,4 PS dan torsi maksimumnya meningkat menjadi 10,4 Nm.

Wow saya sangat kagum sampai bingung mau nulis apa. Yamaha benar-benar semakin tak tertandingi.
pilihan desain yang beragam. foto diambil dari sini

Dengan melihat hasil review tersebut setidaknya saya sudah memiliki gambaran. Namun ada kriteria lain yang perlu saya pertimbangkan, yakni mengenai kualitas dan kepuasan. Kualitas dan kepuasan sangat saya perhatikan agar tidak adanya penyesalan dimasa yang akan datang ketika motor sudah ditangan. Saya pun mengacu pada pengalaman bapak. Pengalaman bapak bersama Yamaha alfa selama 20 tahun memang sangat luar biasa. Kurun waktu 20 tahun tidak pernah mengalami masalah berarti, bahkan belum pernah turun mesin. Hal itu semakin meyakinkan saya bahwa kualitas Yamaha telah teruji dan Yamaha juga telah memberikan kepuasan bagi konsumennya sejak dulu. Memang benar kata bijak yang sering bapak ucapkan, pengalaman adalah guru yang terbaik. Dengan menjadikan pengalaman bapak sebagai representasi, saya pun berasumsi Yamaha Xeon RC pun akan memberikan kepuasan yang sama kepada saya saat berkendara. Awet dan bermesin canggih. Apalagi Yamaha Xeon RC sudah berteknologi mesin injeksi yang irit BBM. Pasti Yamaha Xeon RC tidak akan berdampak kantong mahasiswa seperti saya cepat terkuras.

***

Banyak rencana yang telah kupersiapkan jika Yamaha Xeon RC ini sudah berada ditangan. Sebagai mahasiswa tentu diantaranya lebih aktif di kampus, mengikuti pengajian-pengajian yang sering diadakan di beberapa masjid sekitar kampus. Memang terkadang saya malas ikut karena harus jalan kaki. Sementara rencana lain diluar kampus adalah bergabung di Yamaha Motor Club di Semarang dan ikut touring, serta silaturahmi ke temen-temen dan saudara di Semarang. Selama ini saya punya banyak teman dan saudara di Semarang tapi tidak pernah mengunjungi mereka, maklum daerahnya berjauhan dengan kampus saya.

Mengenai perkuliahan, memasuki semester 6 bagi saya adalah masa paling sibuk. Saat ini memiliki motor sendiri bagi saya cukup penting. Selain urusan organisasi, perkuliahan pada semester 6 juga merupakan perkuliahan paling padat. Di semester ini akan ada agenda PPL dan disusul KKN. Rasanya tidak mungkin saat PPL dan KKN nanti saya akan terus pinjam motor teman. Tidak enak hati, toh mereka pun punya kepentingan sendiri.

Harapan saya sebelum bulan Juli tahun ini saya sudah memiliki motor sendiri. Entah lewat mana, siapa dan bagaimana. Saya yakin kalau rezeki Allah yang mengatur. Dengan kondisi dan situasi seperti ini bagi saya memiliki motor tidak lagi masalah gaya-gayaan tetapi sudah menjurus ke kebutuhan. Yang saya butuhkan, motor yang bisa memberikan solusi saat saya dituntut harus segera menuju kampus dengan cepat, namun juga bisa memberi solusi saat saya ingin santai sembari menikmati suasana jalanan. Dan yang paling penting, motor yang memiliki mesin injeksi berteknologi canggih sehingga tidak menguras kantong anak kos seperti saya lebih dalam. Semuanya ada di Yamaha Xeon RC. Benar apa kata Lorenzo mengenai Yamaha Xeon RC, “everything I need”.

Sumber Review:
http://otomotif.news.viva.co.id/news/read/393812-jajal-xeon-rc--motor-pesawat-tempur-yamaha

2 comments:

  1. aamiin, semoga Yamaha Xeonnya cepet terwujud yah, mengobati kekecewaan krn bapaknya pilih Jupiter xixixi>
    artikelnya kumplit dan menarik. moga menaang dan bagi2 hadiahnya yah ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi makasih mba udah mampir. yah tapi ga menang..lagi.
      masa yg menang dari blogdetik semua ya mbak.

      Delete

Tinggalin jejak yuk, Jangan jadi Silent Reader, biar bisa ngunjungin balik. Biar sama-sama ena, kaya permen jagoan neon, ena