Captain Tsubasa, The Real Legend

Disela-sela mengorek kuping pake cutton bud, ingatan ane tiba-tiba muncul dan mengingat pada tahun awal 2000an. tahun-tahun dimana sebongkah Tomi Azami masih menjalani masa kecil ane dengan bahagia dan sempurna. belum ada gadget, lebih akrab dengan hal kotor dalam arti sebenarnya.

hal yang membuatnya menyenangkan adalah acara televisi yang masih sangat ramah sama anak-anak. satu yang gak akan terlupakan adalah serial anime Captain Tsubasa.

Bercerita tentang anak bernama Tsubasa Ozora yang sejak kecil suka sepakbola kemudian melalui proses (episode) yang panjang akhirnya dia bersama teman-temannya yang tergabung dalam timnas junior Jepang berhasil menjadi juara dunia. Sebelum itu dia bersama tim SMP Nankatsu berhasil menjadi juara turnamen SMP nasional.

semakin kesini ane semakin gede. ane mulai bisa mengambil pelajaran dari berbagai hal yang ada. termasuk Tsubasa. sekarang ane mikir, ternyata Tsubasa gak sekedar hiburan yang ramah buat anak-anak, lebih dari itu Tsubasa mengajarkan banyak hal tanpa harus menggurui.
apa aja?


Kerja keras dan Semangat
Kita bisa liat latihannya tsubasa, setiap hari. Dia selalu latihan latihan dan latihan, tapi dia senang dan menikmatinya. Dia selalu bersemangat kalau urusan bola. Saat bersekolah baik saat di SD nankatsu ataupun SMP nankatsu dia selalu bawa bola kesekolah. Maklum sih saat itu belum ada hp yang layar semua (touchscreen), jadinya dia gaya-gayaanya selalu nenteng bola. Dan kalau berangkat atau pulang sekolah dia selalu berlari sambil drible. Yang bikin heran dia gak bau badan, gak ada keringetnya sama sekali.  Teman-teman disekitarnya juga nyaman-nyaman aja.
dianggap gaul pada zamannya
selain gaul juga unyu maksimal


Mencintai apa yang dilakukan
Pernah denger istilah “do what you love, love what you do?” istilah ini juga ada di Tsubasa. walau hujan badai atau panas Tsubasa tetep bermain sepakbola. Itu karena dia suka sepakbola. Dia telah memilih menjadi pesepakbola saat masih anak-anak.

Gak Mesti Buah Jatuh dari Pohonnya
Kalian pasti tau ayahnya tsubasa adalah bang toyib pelaut. Meski begitu dia mendukung berat apa yang dilakukan anaknya. Dia gak memaksa tsubasa untuk mengikuti profesinya. Ibunya yang ibu rumah tangga juga tidak memaksa tsubasa menjadi ibu rumah tangga, mengikuti profesinya. Kedua orangtua tsubasa ndukung abis-abisan anaknya bermain bola. Contoh nyata, saat hujan badai, ibunya gak nyariin tsubasa dan menyuruhnya pulang. Padahal saat itu dia masih SD. Kalau ane mah grimis dikit udah diterikain suruh pulang.

Ancaman sebagai Tantangan
Diawal episode yakni awal kepindahan Tsubasa ke SD Nankatsu (kalau kalian belum tau, Tsubasa itu murid pindahan), ekstrakulikuler bola di SD itu gak begitu booming. Hal itu didukung prestasi mereka yang jeblog, yang terus berada di bawah baying-bayang SD Sutetsu, SDnya Wakabayashi. Akibatnya Sutetsu jadi sombong dan suka menindas nankatsu dalam bentuk menguasai lapangan yang seharusnya milik umum. Nah suatu hari Wakabayasi menantang tanding Nankatsu demi rebutan lapangan. Dia bilang kalau Nankatsu bisa ngegolin satu saja maka dianggap menang, berapapun skornya. Setelah melalui ribuan beberapa episode, akhirnya Tsubasa bisa ngegolin satu.

Gak menganggap lawan sebagai musuh, tapi motivasi agar lebih baik
Kemapuan Tsubasa akan bertambah setiap melawan tim yang lebih hebat. Itu terlihat saat SMP Nankatsu mewakili daerahnya untuk berkompetisi dalam turnamen nasional. Disana Tsubasa ketemu sama bangsanya Hyuga, Tacibana, Misugi, Matsuyama. Setiap melawan mereka Tsubasa gak pernah menganggap lawan sebagi musuh, dia menganggap lawannya sebagai seseorang yang memotivasi dirinya untuk lebih kuat dari mereka.
SMP Nankatsu juara nasional 3 kali beruntun

Bekerjasama dengan Lawan Demi Nama Negara
setelah kita disajikan dengan permusuhan kompetisi ditingkat SMP, mereka para bintang dari masing-masing tim dipilih masuk ke timnas junior Jepang. Otomatis kerjasama sama orang yang sebelumnya menjadi lawan dan saingan dalam turnamen SMP se jepang. Satu hal yang pasti. Tsubasa tetap menjadi center, namanya juga peran utama
timnas super junior Jepang
demi negara, dua rival abadi ini bekerja sama


Dibalik rok nilai moral yang luar biasa banyak, Tsubasa juga banyak mengandung konten yang aneh, absurb, ganjil, dan genap. Yah namanya buatan manusia gak ada yang sempurna. Kata dorce, kekurangangan hanya milik dorce, kesempurnaan hanya milik Allah. Hal-hal aneh ini mungkin udah banyak yang membahasnya. tapi kagak ngapa-ngapa. yang penting ini pikiran sendiri, jikalau diforum lain ditemukan kemiripan, berarti selera kami sama.

Kebanyakan Membayangkan
Alur ceritanya kadang bolak-balik. Udah nyampe episode mau tanding eh tiba-tiba dia teringat pertemuannya dengan Roberto. Pemain brazil yang saat itu sedang cidera mata. lagi oper-operan sama temannya eh tiba-tiba teringat pertama kali dia masuk SD Nankatsu. udah mau nge-gol-in eh tiba-tiba teringat jemurannya belum diangkat. selain membayangkan, serial ini juga kebanyakan ngomong. mau nendang aja ngobrol sama lawannya, lagi tengah dalam pose menendang itu. pas mau salto katakanlah, dia posenya lagi salto loncat terus kepalanya dibawah kaki diatas, udah gitu loncatnya tinggi banget, nglebihin tiang gawang sampai kipper lawan itu jadi gak silau karena lompatannya Tsubasa nutupin matahari. Lagi gitu-gitunya eh sempet-sempetnya ngobrol sama yg lain atau membayangkan masa lalunya. Jadi Tsubasa lagi pose salto gitu bisa nyampe 2 episode.

Kolaborasi Saat Menendang
di serial ini, dua orang bisa menendang secara bersamaan, setengahan bolanya saat menendang dan bolanya jadi tambah kenceng plus alur bolanya jadi gak beraturan. ini dianggap menyusahkan kiper lawan.
kalau pas kaya gini biasanya sambil ngomong, "inilah tendangan kemenangan kita"

di dunia nyata ane gak pernah liat yang kaya begituan, ntar malah adanya kaki yang kena.

Lapangannya Sepanjang Tol
kalian tau kan berapa panjang lapangan sepakbola yang standar. Tapi di Tsubasa bola dari kipper-gawang lawan itu panjang banget, bisa sepanjang jalan tol. Buktinya apa? Ketika Tsubasa lari dari gawangnya menuju gawang lawan bisa sampai 5 episode. Kenapa panjang? Ya itu tadi karena kebanyakan membayangkan dan kebanyakan ngomong.

Kalau Drible Bolanya yang balik lagi
kalian perhatikan kalau Tsubasa lagi drible. Pasti bolanya balik lagi ke kakinya, jadi kesannya bukan Tsubasanya yg drible ke depan bolanya, tapi bolanya yang nurut sama Tsubasa. Maklum sih slogannnya tsubasa kan “bola adalah teman”, memang kalau teman sering dibaik-baikin bakalan nurut.

Tsubasa centris
ini yang paling jelek dari yang jelek. Disini kesannya Tsubasa yang paling jago, situasi seatap segenting apapun kalau tsubasa main, pasti menang. Permainan jadi stabil. Bola harus dioper ke tsubasa dan biarkan tsubasa berkreasi drible dari depan gawang sendiri sampai gawang lawan. Ini gak baik, sepakbola adalah permainan tim. 11 kepala, 22 kaki kudu bekerja sama demi kemenangan. Meskipun ada dalam tim itu pemain yg menonjol, kerjasama adalah segalanya.kalau dibiasakan bergantung pada pemain paling menonjol, tim itu akan limpung dan gak hebat saat pemain yg hebat itu gak main. Lihat saat tsubasa kena cidera lengan dan gak jadi starter, jepang kalah dari permainan dan skor dari jerman barat (kalau gak salah sih, pokoknya lagi pas lawannya snaider). Mau bukti didunia nyata? Lihat Barcelona tanpa Messi. Golnya dikit, rawan seri bahkan kalah.

Itu aja sih opini ane mengenai serial kartun captain tsubasa. Judulnya aja captain tsubasa, udah jelas tokoh utamanya apa dan jabatan dalam timnya sebagai apa.

oiya satu lagi, Tsubasa sempet juga bermain di klub brazil dan eropa. di klub ini, rada masuk akal, soalnya Tsubasa gak langsung jadi bintang klub. di brazil dia memperkuat sao paolo (sebenarnya sih namanya bukan itu, tapi lambangnya kaya sao paolo). da di eropa dia membela barcelona (sama, nama di serial ini bukan barca, tapi lambangnya kaya barca).
ane kasih bocoran, setelah Tsubasa memperkuat Barca, dia akan pindah ke Inggris dan membela klub favorit ane,ARSENAL.
nih buktinya

Diantara kita mungkin menganggap nonton kartun/anime adalah hal kekanak-kanakan. Ya emang saat kecil, ane gak tau apa-apa soal pesan moral dari serial captain tsubasa. Saat itu ane nonton hanya dengan alasan suka. Setelah gede eh baru nyadar ternyata tsubasa banyak mengajarkan ane banyak hal.

Well apapun itu tsubasa adalah legenda bagi ane. Legenda yang sebenarnya. Dia mengajarkan ane banyak hal. Kalau inget Tsubasa  jadi inget masa kecil ane. Setelah nonton tsubasa terus main bola sama temen satu kampung, ngobrolin apa yang baru aja kami tonton, dan mencoba mempraktikan apa yang dilakukan Tsubasa. Hasilnya pasti gagal lah. Kita mau salto sambil ngobrol keburu jatoh. Mau lonjat lebih tinggi dari tiang gawang, jaman gue kecil  kalau main bola gak pake tiang gawang. Gawangnya pake sandal ditumpuk.

Namun Satu hal yg pasti, ane merindukan serial Captain Tsubasa tayang lagi di TV. ane mengharapkan anak-anak jaman sekarang harusnya nonton Tsubasa. Jangan Cuma nonton coboy junior yang... ahsudahlah


Sumber gambar: google (lupa nyimpen link.nya)
Captain Tsubasa, The Real Legend Reviewed by Tomi Azami on 07:37 Rating: 5

2 comments:

  1. gua sejak kecil malah gak suka sama tsubasa malah :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. lho kenapa emang bang? wah masa kecil lo kurang bahagia dong? :v

      Delete

Tinggalin jejak, bosque, biar bisa ngunjungin balik.
Biar sama-sama ena, kaya permen jagoan neon, ena

All Rights Reserved by Tomi Azami © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by MasalahTechno

Contact Form

Name

Email *

Message *

Tomi Azami. Powered by Blogger.