Tuesday, 3 December 2013

Adil itu...



Kemarin pas tanggal 25 Nopember kan hari guru nasional tuh, ane udah ngucapin selamat lho. Terus pas hari itu ane sempet melintas di kecamatan, melihat para guru pada upacara. Sempet berhenti sebentar. Terus ane liat di pendopo kecamatan ada juga beberapa orang memakai seragam PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) lagi duduk-duduk disitu. Saat itu ane mikir. Kok kayaknya gak adil ya mereka duduk dipendopo, adem. Sementara pesertanya yang notabene sama-sama guru panas-panasan. Berdiri lagi. Kan kasian udah pada tua.

Ane terus pulang. Nyampe rumah ane tumpahkan keresahan tadi sama bapak. iya, ngadu bokap, wis gede esih tuturan bae karo bapane yah? biarin dah. Ane berpikir mereka tidak “duduk sama rendah berdiri sama tinggi.”


Bapak kemudian menjelaskan panjang lebar sama dengan luas kaya rumus persegi panjang. Kata beliau, “duduk sama rendah berdiri sama tinggi” itu digunakan dalam hal proporsional, dalam hal-hal terntentu. Adil bukan sama rata. Adil adalah menempatkan sesuatu pada porsinya, dan secara proporsional.

Misal uang saku anak SMA berbeda dengan uang saku anak SD. Misal uang saku anak SMA 5 ribu (dikit amat ya) masa iya anak SD mau dikasih uang saku juga 5 ribu. Tentunya lebih sedikit. 500 perak mungkin. (ya kali jaman sekarang 500 perak dapet apa). Adil kah itu? ya adil. Karena kebutuhan anak SMA sama SD berbeda.

“sekarang kita lihat pada upacara tadi.” Lanjut bapak, sambil meniup menghisap rokoknya. Ada yang duduk di pendopo, ada juga yang panas-panasan. Adil kah itu? ya adil. Karena porsinya udah sesuai. Mereka yang panas-panasan adalah guru luar biasa. Sedangkan yang ngadem dipendopo itu guru luar biasa yang mendapat tugas tambahan lagi. Mungkin sebagai orang penting di organisasi PGRI.
sini adem, situ panas. sumber
Kita liat upacara kalau agustusan. SBY upacaranya diatas panggung, adem, ada kipasnya lagi. Sedangkan para tentaranya kepanasan karena upacara di halaman istana. Masa kita mau ngomong itu gak adil dan SBY curang? Ya gak lah. Wajar lah dia kan presiden. Tempatnya di panggung, jadi Pembina upacara, adem.
gak kuat panasnya, Ndan! sumber

Ane manggut-manggut.

Wah tambah ilmu lagi nih. Sebenarnya sih ane udah tau dari lama teori ini. Tapi ane baru tau praktiknya kaya gimana. Adil bukan menyamaratakan. Tapi adil menempatkan sesuatu sesuai porsinya.

porsi KFC sama porsi warteg aja beda. Bayarnya juga beda. Meskipun KFC menunya secuil bayarnya mahal dan warteg nasinya banyak bayarnya murah, itu sudah adil. Yang penting adalah kalau mau nambah ya bayarnya juga nambah.

No comments:

Post a Comment

Tinggalin jejak yuk, Jangan jadi Silent Reader, biar bisa ngunjungin balik. Biar sama-sama ena, kaya permen jagoan neon, ena