Saturday, 28 February 2015

Hal-hal yang Masih Menjadi Misteri di Dunia




Dunia itu penuh misteri. Gue setuju banget sama kalimat tadi. Beberapa hal yang kita tanyakan kadang tidak ada jawabannya. Ketika kita coba cari tau jawabannya eh ketahuan pengawas. Maka dari itu kadang kita harus menjawab pertanyaan itu sendiri. Makanya belajar.

Kadang kita sendiri mengajukan pertanyaan untuk diri kita sendiri. Biasanya diawali dengan ‘kenapa’ seperti kenapa kalau habis potong rambut selalu timbul penyesalan? kenapa jomblo? kenapa alay mesti ada? kenapa Saipul Jamil digosipkan dengan banyak cewek? Dan pasangan dari ‘kenapa’ adalah ‘karena’ seperti karena lo potong pake shuriken, karena lo jelek, karena facebook mengijinkan penggunaan nama alay, karena jenggot Saipul Jamil memesona.

Tapi teman-teman, tidak semua ‘kenapa’ ada ‘karena’ nya. Nah itu disebut misteri. Eh bener gak sih? Gue asal aja bikin penjelasan. Daripada nyasar, gue coba cari tahu sebenarnya misteri tuh apa sih? Menurut aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia di laptop gue, misteri adalah sesuatu yg masih belum jelas (masih menjadi teka-teki; masih belum terbuka rahasianya).

Melihat pengertian itu kayaknya sama dengan ‘kenapa’ gak selalu bareng sama ‘karena’ gitu.

Suatu sore gue lagi asik duduk-duduk imut di genteng kosan. Lagi asik-asik makan remukan mi sambil minum insto, tiba-tiba beberapa pertanyaan tentang beberapa hal muncul di kepala gue, dan sampai berita ini diturunkan gue belum tahu jawabannya apa. Masih menjadi misteri gitu. Kerennya lagi misteri ini menyangkut kemaslahatan dunia. Hal-hal yang masih menjadi misteri di dunia adalah

Sunday, 22 February 2015

Yang Live emang Lebih Enak



Minggu kemarin gue habis nonton Stand Up Comedy secara live alias langsung. Kemarin pas ada tour 3 besar SUCI 4. Sebuah kompetisi Stand Up Comedy yang udah berjalan 4 season di sebuah TV nasional berinisial Kompas TV.

Mereka adalah Dzawin, David, dan Abdur yang lagi ngadain tour keliling kota bertajuk #RuleOfThree. Nah kebenaran Semarang kebagian tour ini, dan kebenaran lagi tiketnya cukup terjangkau. Malah bisa dibilang sangat terjangkau jika dilihat yang tampil tiga komika skala nasional yang jadi 3 besar SUCI 4, bonus satu komika, dan ditambah bonus 2 komika lokal.

Abdur, Dzawin, David
Melihat semua kebenaran itu, dan mempertimbangkan baik-buruk dan untung-rugi, gue pun memutuskan beli tiket dan nonton. Yah namanya mahasiswa ya pak, bu, pasti mempertimbangkan banyak hal, ehmm… sedikit hal sih, suntikkan dana aja.

Nonton pertunjukkan Stand Up Comedy secara live, bagi gue, memberi banyak pelajaran. Ya gak sebanyak pelajaran anak sekolah sih. Gue jadi ngerti, ternyata, show yang kita lihat di televisi itu gak seperti kenyataan. Meskipun lucu, tapi udah edit sana-sini. Belum lagi materi yang dibawakan kudu sangat hati-hati.

Saturday, 14 February 2015

Pengagum Awan Penikmat Hujan



“Apa yang paling kamu suka?”

“Melihat awan.”

“Itu saja?”

“Iya. Dengan melihat awan bikin tenteram di hati. So peaceful.”

“Masa sih?”

“Gak percaya? Coba kamu rebahan di tanah deh. Hadapkan wajahmu ke atas, liat awan bergerak kesan kemari.”

“Membawa alamat gak?”

“Emangnya Zaskia Gotik?”

“Setahuku Hesti Klepek-Klepek deh.”

“Ayu Ting Ting keles.”

“Nah tuh tahu”

“Yah niatnya pengin bercanda.”

“Garing kamu!”

“Hih!” Perempuan itu menyenggolkan lutut kanannya ke lutut kiri lelaki itu yang sedari tadi bersebelahan.

Mereka adalah lelaki dan perempuan yang sedang duduk bersebelahan di sebuah padang yang menghamparkan warna hijau rumput sepanjang mata memandang.

Monday, 9 February 2015

Ketemu Raditya Dika di Tour Koala Kumal Episode Semarang



Kadang orang rela melakukan hal yang gak biasa dilakukannya demi orang lain. Apalagi dia orang yang dikenal orang banyak. Kayak hari Ahad kemarin, gue sengaja banget mandi. Padahal kan kata orang, mandi adalah perusak di hari Ahad. Kalau gue tiap hari juga jarang mandi,sih.

Hari Ahad kemarin gue ketemu langsung sama Maha Guru para blogger, Raditya Dika. Dia kebenaran kebetulan lagi tour keliling kota dalam rangka mempromosikan buku terbarunya,Koala Kumal. Nah kemarin jatahnya kota Semarang, kota perantauan gue.  Sebagai pembaca buku Bang Radit yang baik gue pun pengin minta tanda tangan langsung dan foto bareng. Padahal sih bukunya udah ada tanda tangannya pas PO. Tapi gak mama deh. 

Sebenarnya bukan karena ngefans banget sih, tapi karena gratis aja. Hahaha. Jarang-jarang soalnya lho. Pas dia ngisi seminar di Semarang gue lagi bokek, pas gue gak bokek dia gak ngisi seminar disini, pas ngisi seminar bokek guenya disini.

Sebelum hari H, gue kepoin dulu kota-kota sebelumnya yang telah dikunjungin tour Koala Kumal. Beberapa data didapat, yang datang banyak, kameranya canggih-canggih, dan pada bau ketek. Maka dari itu, berulang kali Bang Radit menghimbau agar gak lupa pakai deodoran.

Berbekal data yang didapat, gue pun berniat untuk datang lebih awal, bawa bekal deodoran, dan bawa kamera canggih, berhubung gue gak punya, ya udah gue bawa kamera hape legenda aja.